fiscus-wannabe
1889931491244934
Sedang Proses ...

Balada Koran Kampus

Beberapa bulan yang lalu gue pengen ngirim surat pembaca ke “koran” kampus. Ada dua tujuan gue, ke Media Center STAN alias MC atau ke Wa...


Beberapa bulan yang lalu gue pengen ngirim surat pembaca ke “koran” kampus. Ada dua tujuan gue, ke Media Center STAN alias MC atau ke Warta Kampus alias WK. Gue pun nyari tau gimana caranya kalo gue pengen ngirim surat. Hasilnya, setelah gue tanya sama CP dan beberapa orang dalem gue pun dapet jawaban. Tapi sayang banget, jawabannya jauh dari apa yang gue harepin. Mereka malah bilang mendingan gue ngurungin niat buat ngirim itu surat. Katanya percuma aja kalo pun gue jadi ngirim. Itu cuma salah satu dari sekian keluhan gue tentang pers mahasiswa di kampus gue. Karena itu juga gue cuma ngungkapinnya lewat blog ini.


WK BUKAN PERS MAHASISWA

Di suatu acara kampus gue pernah ngeliat ada anak WK lagi ngeliput. Dilehernya digantungin kartu identitas yang ada kalimat “PERS MAHASISWA”. Menurut gue WK bukan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM). Karena itu tidak ga seharusnya mereka mengenakan identitas seperti itu. Alasan yang paling kuat adalah karena WK ga bisa menuhin syarat netralitas buat jadi subuah lembaga pers. Syarat netralitas ini juga disebutin dalam pasal 29 ayat (1) AD KM STAN. Sebagai salah satu media yang berada di bawah kendali “penguasa” tentu saja netralitasnya patut untuk dipertanyakan apabila mereka mengatasnamakan dirinya sebagai media pers .

Menurut gue yang namanya media yang ada dibawah Depkominfo (atau departemen dengan nama lain) suatu organisasi lebih kepada media untuk “pencitraan” organisasi tersebut. Hal seperti itu wajar-wajar saja karena memang fungsinya seperti itu. Media tersebut berfungsi sebagai penghubung organisasi sama take holder-nya. Tapi ga bisa kalo disebut sebagai lembaga pers. Pada awal pembentukannya saja Presma sudah nyata-nyata mengingatkanngingetin agar WK sadar kalo mereka berada di bawah BEM karena itu jangan membuat pemberitaan yang akan membuat citra negatif terhadap BEM. Menurut gue ini sudah merupakan suatu bentuk intervensi kalo mereka mengatasnamakan dirinya seperti apa yang tertulis di kartu tanda pengenalnya.

Jujur ya, menurut gue MC sama WK jadi terkesan saling "bersebrangan". Rasanya kek MC ngejelek-jelekin kinerja BEM sementara dijawab sama berita dari WK yang ngebagus-bagusin BEM. Gue ga tau apa memang itu tujuan didirikannya WK, untuk mengimbangi pemberitaan MC.


BERITA BASI

Gue ngerasa kecewa sama berita yang dimuat di media cetak MC. MC merupakan satu-satunya LPM yang ada di kampus. Namanya aja udah bawa-bawa nama STAN. Menurut gue kebanyakan beritanya udah basi. Gue pernah nanya juga sama anak MC tentang hal ini. cuma jawaban klasik yang gue terima. Padahal mereka punya website juga. Tapi kenapa berita yang dicetak ga ditulis juga di websitenya. Kalo cuma ebook menurut gue ga efektif. Filenya aja rata-rata 3 MB lebih. Terlalu berat buat yang akses internetnya pas-pasan kek gue ini, curcol dikit. Belom lagi kek pas terakhir gue donlod. Filenya malah ga bisa kebuka. Sebagai penghuni gedung E yang ga bisa dijangkau sama Civitas gue bela-belain donlod karena gue pengen tau apa yang terjadi di kampus gue.Aneh juga kan kalo Civitas terbit gedung E ga kebagian. Tapi kalo kek gitu kejadiannya gue malah kapok buat donlod. Apalagi yang internetan pake HP. Gue yakin ga ada yang mau bela-belain donlod sebanyak 3MB lewat HP.

Menurut gue website lebih bisa diakses oleh semua mahasiswa. Gue yakin ga ada mahasiswa yang ga ngerti buat buka internet. Kalo cuma berita cetak kan kasian para penghuni gedung E masa mau dibiarin ketinggalan berita.Sangat disayangkan sebagai satu-satunya media pers di kampus STAN tapi websitenya ga update. Rata-rata cuma ada tiga artikel per bulannya. Padahal tiap bulannya cukup banyak kegiatan di kampus. Lebih milih untuk menimbun berita buat dicetak daripada dipublikasiin selagi masih anget via websute. Salah satu parameter suatu website baik atau buruk diliat dari update atau engganya.


KRITIS GA CUMA JADI KRITIKUS

Dari kebanyakan berita yang ditulisnya, MC terkesan lebih cenderung sebagai kritikus daripada sebagai penulis berita. Apalagi edisi yang menyorot tutup buku BEM. cuma kegagalan BEM aja yang diungkap ga ada prestasi yang disebutin di situ. Memang suatu media harus kritis terhadap perkembangan informasi yang ada. Tapi jangan cuma kritis sama borok-boroknya aja. Sampe-sampe lupa kalo banyak mahasiswa STAN yang juga punya prestasi. Menurut gue seharusnya MC lebih giat lagi mempromosikan dirinya khususnya di dunia maya. Supaya kita makin tertarik buat baca berita-beritanya.


Pers kampus ga cuma milik para pengurusnya. Tapi milik kita juga sebagai penduduk kampus STAN. Apalagi mereka juga bisa beroperasi karena adanya anggaran dari iuran mahasiswa. Semua apa yang gue ungkapin di sini cuma saran aja supaya ke depannya kehidupan di kampus kita bisa lebih baik lagi. Dan sebagai salah satu penduduk kampus STAN gue ngerasa berhak untuk ini. Masalah didenger apa engganya itu hak mereka sebagai pihak yang berwenang atas kepengurusan pers kampusnya. Kalo ada yang baik ya silakan diambil aja. Jangan diliat siapa yang ngomongnya tapi liat apa yang diaa omongin. Kalo ada yang jelek yang anggep aja orang cakep numpang lewat. CMIIW

___________________
Sumber gambar: Flickr
Kampus 4942064931223915956

Posting Komentar Blogger Disqus

  1. brother kenapa tidak gabung sama anak2 SUCX STAN? mereka punya zine yang "bebas"

    www.kaguheroes.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. mereka ga terkenal ah. :P
      enakan sendiri, lebih bebas.

      Hapus

emo-but-icon

Beranda item

Statistik

Langganan Surel

Pemirsa

Kliping