fiscus-wannabe
1889931491244934
Sedang Proses ...

Terjebak Citra


“Piye kabare? Uenak jamanku to...”

Nyinyir gue baca kalimat itu. Gambar di atas gue temuin di berita VIVAnews. Kok ada ya partai yang katanya rindu sama program-program Soeharto? Wajar aja sih. Waktu itu media bener-bener diawasin ketat sama Harmoko, “Atas petunjuk Bapak Presiden”. Kalimat itu cukup sering keluar dari mulut Menteri Penerangan itu. Ga asing buat telinga orang yang pernah hidup di jaman orde baru.

Gila ya? Kalau dipikir-pikir pencitraan pejabat kayak SBY atau Dahlan Iskan ga ada apa-apanya dibandingin sama pencitraan Soeharto. Banyak hal yang ditutupi oleh senyum The Smiling General itu. Gue jadi inget salah satu postingan di blog Pandji yang judulnya “SBY might be right after all”. Gue kutipin beberapa paragraf.

Cina, jadi kekuatan ekonomi seperti sekarang karena melakukan keputusan utk merubah sistem perekonomian mereka sejak 1970an. Antara tahun 1980-2000 pendapatan perkapita meningkat 3 kali lipat dan sekitar 170juta masyarakat Cina keluar dari garis kemiskinan.
Sementara Indonesia sampai 98 masih dibawah rezim Soeharto.
Kapankah mulai terasa perubahan dlm ekonomi Indonesia?
Ya diingat saja kapan secara ekonomi kita mulai dipuji2 dunia?
You got it. Ketika SBY jadi Presiden
Mungkinkah apa yang SBY lakukan ternyata slama ini benar?
Mungkinkah pada suatu hari, SBY berkata “Saya hanya akan fokus pada makro ekonomi”

Gue emang ga suka sama SBY. Tapi gue ga setuju kalau ada yang bilang SBY ga lebih baik dari Soeharto. Jadi inget tulisan Aziz di blognya, “SBY-Boediono Tidak Boleh Turun Sebelum 2014”. Terlalu banyak risiko yang harus ditelen kalau SBY turun sebelom 2014. Gue sempet ngotot pengen SBY turun. Maklum masih labil. Asli gue pengen ngegampar muka gue sendiri. Mungkin gue udah jadi bagian dari orang Indonesia yang pesimis sama masa depan Indonesia. Kata Anies Baswedan, “Bangsa Indonesia menuntut Indonesia untuk berbelok dengan cepat. Padahal Indonesia bukanlah perahu kecil.” Mungkin Indonesia udah muter haluan ke arah yang tepat. Cuma karena kapalnya yang besar banget makanya butuh effort lebih untuk itu.

Bukan ga mungkin kalau sekarang orde baru masih berkuasa terus gue ketahuan nulis yang kayk gini bisa-bisa besok gue tinggal nama dan jasad gue entah hilang ke mana. Hih… amit-amit!!


Pandji baru aja bikin album yang dikasih nama "32". 32 adalah jumlah tahun rezim Soeharto berkuasa. Lagu “Berani Mengubah”, “Menolak Lupa”, dan “Terjebak” ngajak kita biar ga lupa sama apa yang pernah terjadi di masa lalu. Biar kita ga gampang ngerasa kalau rezim Soeharto lebih baik. Karena banyak hal yang terjadi di masa itu yang merupakan bagian kelam bangsa Indonesia.

Berkubang dalam lumpur
Merasa nyaman dalam kotor dan dosa berumur
Terlalu kusam tuk dibersihkan
Terlalu dalam tuk diselamatkan
Terlalu ingin rakyat dibuat senang
Walau semu dan akhir dari kebohongan
Dibuat percaya di masa lalu kita berjaya
Dibuat rindu ingin seperti dulu
Ingin punya pemimpin sekuat itu
Tak mau tahu dibalik senyumannya itu
Rakyat dibully dibungkam lalu dianggap angin lalu
Jangan ulangi kesalahanmu terjebak kita terbelenggu slalu
Hidup tak berjalan mundur jangan kendur
(Pandji feat. Reptamasta - Terjebak)

Sekarang itu berita di tipi ga jauh beda sama inpotainmen. Objeknya doang yang beda. Hobinya sama aja. Bikin berita negatif biar heboh. Pecahin aja semuanya biar rame! Buat yang masih pesimis sama masa depan Indonesia mendingan ikut nampar muka sendiri sama gue. Biar mata kita kebuka. Biar kita bisa natap masa depan Indonesia dengan optimis. Ibaratnya Soeharto itu mantan pacar. Keliatannya dia itu baik banget. Padahal dibalik senyumnya itu dia selingkuh di belakang kita. Udah lupain aja Soeharto. Ayo MOVE ON!! 

____________________
Sumber gambar: VIVAnews | Pandji.
Politik 7896242553818445604

Posting Komentar Blogger Disqus

  1. ane males bahas politik gan, tapi pengen gamparin yang bikin Indonesia jadi belum maju-maju .. hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. meski males sekalipun manusia bisa juga dibilang sebagai makhluk politik, jadi kita ga bakalan bisa ngehindar dari itu. :D

      Hapus
  2. coba agan2 tanyain sm oran2 yg susah dan telah berumuran.. mana enak hidup di zaman soeharto atw skg.. dan tolong di pahami kata2 mereka yg telah hidup di zaman soeharto ketimbang sekarang ^_^ br bs agan2 memvonis cerita di atas key.. ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. terus kalau udah ditanyain gue harus bilang WOW gitu? haha
      gimana kalau ternyata Om Harto ngeruk semuanya pas dia lagi ngejabat terus dampaknya baru kita rasain sekarang? gimana hayo?

      Hapus
  3. sama apa yang dibilang sama Denny Indrayana yang lagi perang vs advokat... lupakan romantisme orde baru...

    orang ngerasa orde baru lebih baik ya karena zaman itu udah jadi kenangan, tinggal ingatan, yang jadi masalahnya, masalah yang dirasakan sekarang ya pas sekarang, pas zaman SBY, wajar kalo kehidupan kenangan dianggap lebih baik dari sekarang yang masalahnya terasa... coba nanti pasca 2014, pasti nanti ada juga yang bilang "lebih enak zaman SBY, dulu gak gini-gini amat..."

    BalasHapus
    Balasan
    1. haha kok jadi kayak maen domino gitu ya efeknya? .____.

      Hapus
  4. aku slh satu yg pernah hidup dijaman orba... dibandingkan skr, mmg ada kekurangan dan kelebihan masing2, misal dalam hal bernegara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, tapi yang pasti Indonesia menjadi lebih baik meski perkembangannya ga secepet yang kita hearepin. :)

      Hapus
  5. lebih baik kah jaman sekarang??? zaman yang semakin banyak perpecahan dan kebebasan tak terbatas.... coba lihat pilkada DKI isu SARA semakin menjadi2. agama, kesukuan, ras di kotak2an.... apa itu yang di sebut maju?

    reformasi hanyalah dagelan dari segelintir orang yang ingin bergantian berkuasa dengan dalih demokrasi... yang kenyataannya kita hanya di tipu oleh mereka. fuck for politic dan orang2 di dalamnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. jaman dulu lebih parah lagi, ribuan bahkan jutaan orang dibantai Soeharto. :<

      Hapus
  6. Setidaknya masalah yang kita hadapi di Bangsa tercinta ini sedikit menggambarkan bahwa kita tidak bisa move on. Juga dapat dikatakan bahwa Orang Indonesia masih belum siap untuk mengatur negara sebesar Indonesia.

    Saya juga agak pesimis dengan para kawan-kawan mahasiswa yang selalu menginginkan agar SBY turun. saya nggak Pro SBY, tapi saya sadar bahwa mengelola negara itu tidaklah gampang. Lha wong mengadain Seminar Nasional aja masih banyak ketidak beresan pada Mahasiswa, apalagi mengatur negara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, semoga pengganti SBY kelak bisa lebih baik lagi. :D

      Hapus
  7. sekali pun merenungkan zaman orba-transisi pasti memang masih fenomenal untuk di perbincangkan di tanah air ini.
    karena memang perubahan negara bisa di lihat karakter si pemimpin negara.
    sekarang etika politik harus di usulkan menjadi tolak ukur penunjang pembangunan negara yang berkelanjutan. ,

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

Statistik

Langganan Surel

Pemirsa

Kliping