fiscus-wannabe
1889931491244934
Sedang Proses ...

Rumah Proklamasi


Baru aja kita ngelewatin tanggal yang bersejarah. Gue ga ikutan upacara gara-gara ga mau ketinggalan mudik. Entah itu bisa dijadiin parameter nasionalisme gue yang lembek atau ga. Di Jakarta, kayaknya hingar bingar hari proklamasi kalah heboh sama adu kampanye dua sosok calon gubernur. Salah satunya video ancaman buat warga Jakarta keturunan Tionghoa.

Jengah! Sebenernya udah bosen gue nulis topik kayak gini. Apa yang gue tulis kayaknya ga ngaruh apa-apa. Iyalah, siapa gue? Tapi gue lagi-lagi pengen ngingetin diri gue. Jangan lupa kalau di balik proklamasi kita ada jasa dari orang Tionghoa. Padahal kita sinis banget sama mereka. Terlalu menggeneralisasi kayaknya gue pakai kata “kita”. Oke gue ganti jadi “sebagian kecil masyarakat Indonesia yang punya otak picik”. Kayaknya kalimat itu lebih tepat.

Maih inget waktu SD kita belajar IPS. Salah satunya diajarin sejarah peristiwa Rengasdengklok. Waktu itu Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh para pemuda. Mereka dipaksa agar segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia setelah Jepang nyerah sama Sekutu.

Di Rengasdengklok mereka tinggal di mana? Bahkan sampai sekarang pun kayaknya di sana ga ada hotel bintang 5. Oh, ternyata mereka tinggal di rumah seorang petani kecil keturunan Tionghoa. Djiaw Kie Siong namanya. Di rumahnyalah para tokoh pergerakan menginap. Di rumah itu juga naskah proklamasi ditulis. Sebelom meninggal Djiaw berwasiat agar kelak keluarga yang menempati rumah bersejarah itu harus sabar. Ga boleh ngerengek minta-minta ini itu sama siapapun. Juga harus rela ngelayanin para tamu yang pengen tahu sejarah. Tulus banget ya?

Tapi kok kayaknya dari SD sampai SMA gue belajar sejarah, namanya ga pernah gue temuin di buku paket sejarah. Mari kita bernostalgia. Masih inget kenapa Bung Karno dipaksa turun? Salah satunya karena dituduh terlibat G30S. Waktu itu PKI kan jadi salah satu pendukung Bung Karno juga. PKI juga seringkali diidentikan sama Cina. Kan Cina salah satu negara komunis terbesar selain Rusia. Waktu itu bisa dibilang komunis Cina cukup akrab sama komunis Indonesia. Makanya ada stigma terhadap orang Tionghoa.

Orde baru tentunya pengen ngegencet suara-suara pendukung Bung Karno. Makanya zaman orde baru orang keturunan Tionghoa bener-bener disisihkan. 35 tahun ada dibawah kungkungan orde baru kayaknya susah buat ngelepasin pola pikir kita dari pengaruhnya. Tetep aja banyak anak cucu keturunan orde baru yang sinis sama orang-orang Tionghoa. Mungkin karena itu juga nama Djiaw Kie Siong ga pernah muncul di buku sejarah yang gue baca. Sampai akhirnya Gus Dur ngubah semuanya.

Irian Jaya jadi Papua bebas ekspresikan budaya Cina 
Ganti jendral keras dengan reformis, korupsi usut habis, pluralis, dan kontroversial abis
Mungkin memang kami butuh yang nekat tanpa kompromi basa-basi yang menghambat
Kau selalu bisa temukan jawaban yang singkat dan buat lawan bungkam dan sewot, gitu aja kok repot?
(Pandji - Melawan Lupa)

Makanya jangan terlalu percaya sama buku sejarah. Itulah kenapa dari SD sampai SMA nilai sejarah gue selalu merah. Karena gue ga percaya 100% semua isinya. Ini ngeles sebenernya.

____________________
Sumber gambar: Blogspot.
Politik 6992938002168663762

Posting Komentar Blogger Disqus

  1. Zzzz....
    Emang ga suka sejarah aja lo cup....

    So, apa menurut lo alasan Orde Baru sangat anti etnis Tionghoa?
    Dan kenapa banyak juga yang kontra dengan naiknya calon gubernur yang ada etnis Tinghoanya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya karena itu tadi, tahun 1965 Tionghoa sangat diidentikan dengan PKI. anehnya temen nongkrong Soeharto justru orang Tionghoa. Liem Swi Liong, salah seorang konglomerat paling kaya jaman orde baru.

      kalau pilkadal itu kayaknya cuma manfaatin isu yang pernah berkembang, pola pikir anti Tionghoa yang ditanamin orde baru. kayaknya sih gitu. soalnya gampang banget ngomporinnya kalau masalah SARA.

      Hapus
  2. saya juga terlewatkan hari proklamasi, ga ada kegiatan apa-apa.

    btw ijin tukar link, link bang encus sudah dipasang di http://boomberita.blogspot.com/2012/05/nextlink.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. lomba makan kerupuk juga ga ikutan? :P

      Hapus
  3. kalau di tempat gue diadakan lomba futsal bro...
    dilaksanakan setelah lebaran....

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

Statistik

Langganan Surel

Pemirsa

Kliping