fiscus-wannabe
1889931491244934
Sedang Proses ...

KPK Vs Polri, Sebuah Teori Konspirasi


Di jejaring sosial. Di facebook dan Twitter. Bahkan di media mainstream. Banyak orang yang mempertanyakan keberadaan presiden kita, yang terhormat Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Seperti kita ketahui bersama bahwasannya saat ini, konon, KPK sedang berseteru dengan Polri. Sengit. Lebih sengit dari El Clasico. Lebih panas dari perseteruan Autobots dan Decepticons. Ada isu bahwa Polri mengeriminalisasikan penyidiknya yang tidak mau disuruh pulang. Lebih betah tinggal di KPK daripada tinggal di institusi yang menaunginya. Entahlah. Begitulah hingar-bingar yang kudengar sejak kemarin sore, tadi malam, sampai pagi ini.

Sebenarnya ini rahasia. Tapi aku percaya kamu tidak akan menceritakan rahasia ini kepada siapapun. Jangan sia-siakan kepercayaanku, kawan. Ingat ya. Ini rahasia. Ada teori konspirasi dibalik perseteruan KPK vs Polri. Semalam Bapak Presiden curhat kepadaku. Perseteruan antara KPK vs Polri sebenarnya hanyalah sebuah alat pancing. Jebakan yang dipersiapkan untuk menjebak Bapak Presiden. Agar Bapak Presiden muncul di depan publik. Saat itulah orang yang menginginkan imbalan US$80.000 menangkap dan menyerahkannya kepada Benny Wenda.


Izinkan aku untuk terlebih dulu memperkenalkan sosok Beny Wenda. Sosok yang akan memperpanas teori konspirasi ini. Beny Wenda adalah seorang narapidana yang didakwa atas kasus berdarah Abepura akhir tahun 2000 silam. Pertengahan 2002, dibantu OPM dan LSM dari Inggris, Beny Wenda dibawa kabur dari penjara melalui perbatasan Papua Nugini. Sejak 2003 Beny Wenda mendapat suaka politik dan bersembunyi di Oxford. Kabarnya Interpol sudah menghapus namanya dari daftar buron. Sampai pemerintah Indonesia pernah kembali meminta Interpol memasukkannya ke dalam Red Notice. Namun tidak dikabulkan.

Akhir bulan ini Ratu Elizabeth II mengundang Bapak Presiden untuk hadir dalam upacara peringatan 60 tahun bertahtanya Ratu Elizabeth II. Momentul ini dimanfaatkan gerakan separatis Free West Papua pimpinan Beny Wenda yang berkedudukan di Oxford untuk menyebarkan sayembara penangkapan Bapak Presiden. Tak tanggung-tanggung. Hadiahnya US$80.000. Konon hadiah itu berasal dari kantong seorang pengusaha Inggris.

Karena alasan krusial itulah saat ini Bapak Presiden memilih untuk bersembunyi. Beliau mengkhawatirkan nasib negaranya apabila presidennya ditangkap. Ketar-ketir. Ibarat prajurit yang sedang berperang lalu panglimanya terhunus pedang lawan. Bapak Presiden tidak mau itu terjadi. Begitu curhatnya kepadaku. Semalam lewat SMS.

Aku yakin Bapak Presiden kita yang gagah berani, yang mantan perwira TNI, tidak akan gentar dengan gertakan sambal seperti itu. Aku jadi ingat dua tahun lalu. Saat Bapak Presiden, di detik-detik terakhir keberangkatannya dari Bandara Halim Perdanakusuma, tiba-tiba membatalkan rencana kunjungan kenegaraannya ke Belanda. Konon alasannya karena saat itu sedang berlangsung sidang dugaan kasus pelanggaran HAM di Maluku dan Papua yang juga mencatut nama Bapak Presiden. Sayang, semalam Bapak Presiden sudah terkantuk-kantuk. Bapak Presiden belum sempat bercerita kenapa banyak sekali orang yang memburunya. Ada apakah gerangan?

Karena itu pula lah Bapak Presiden belum bersedia untuk muncul di muka publik. Termasuk di depan rakyatnya. Bapak Presiden takut, lebih tepatnya khawatir, ada yang menangkap dan menyerahkannya kepada Beny Wenda.

Janganlah terlalu serius membaca ini, kawan. Keningmu sampai berkerut begitu. Ini hanyalah sebuah teori konspirasi karanganku. Ah, aku hanya ingin ikut-ikutan dengan orang-orang itu. Orang-orang yang tergila-gila dengan teori konspirasi. Maaf apabila teori konspirasi karanganku tidak sebombastis teori konspirasi karangan mereka.

Teringat KPK dan Polri. Aku ingin menyampaikan sebuah harapan. Aku heran. Kenapa seakan KPK sedang berperang dengan Polri? Bukankah keduanya berada di pihak yang sama. Hey! Jangan lupa. Keduanya sama-sama institusi penegak hukum di negara kita. Bagai Batman dan Robin. Keduanya adalah rekan kerja. Terlepas siapa yang menjadi Batman dan siapa yang menjadi Robin. Dugaanku adalah ada oknum yang ingin mengadu domba keduanya. Semoga aku salah.

Jangalah kita memakai tagar #saveKPK tanpa diiringi dengan tagar #savePolri. Kalaupun ingin memakai tagar. Lebih baik menggunakan #saveNKRI. #saveNKRI dari oknum-oknum yang ingin menghancurkannya. Ini hanya sebuah harapan dariku. Dari seorang anak Indonesia. Seorang anak yang merindukan negerinya yang tentram kartaraharja.

Damai saudaraku suburlah bumiku
Kuingat ibuku dongengkan cerita
Kisah tentang jaya nusantara lama
Tentram kartaraharja di sana
~Gombloh
Indonesia 8664355208398639892

Posting Komentar Blogger Disqus

  1. benar2 hot ya bg, konsiprasi....

    BalasHapus
  2. itu teori konspirasinya asli bang?

    BalasHapus
  3. Tulisan bermutu nih, mantap !

    BalasHapus
  4. Yah, bang ncus beneran kira saya teori konspirasinya beneran. Sampe bener-bener hanyut.
    Harapan baik itu harus di laksanakan bang, jangan hanya sebuah teori. #saveNKRI .
    Aku Cinta Indonesia.

    BalasHapus
  5. Wow banget nih teorinya. Konspirasi kpk vs polri. Good...

    Btw ijin tukar link, link bang encus sudah dipaang di blog kami menu nextlink.

    Best regard,
    Boomberita.blogspot.com

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

Laman Facebook

Statistik

Langganan Surel

Pemirsa

Kliping