Dear Aliya

Muhamad Rahmat // Minggu, 05 Mei 2013


Tidaklah sulit bagiku untuk menulis tentang apapun
Senang, marah, sedih, haru, dapat kuungkap melalui ujung jemari
Namun kini, kudapati jemariku membisu saat kuingin menulis tentangmu
Bukannya aku tidak berani memaksa jemariku ini
Bukannya aku tidak berani mengetuk pintu kalbumu
Dan, meminta izin untuk memasuki kehidupanmu
Setiap kupaksa untuk menulis, jemariku selalu berkompromi
"Nanti saja kalau kamu sudah menaklukkan dunia."
Sementara, aku sendiri tidak yakin apakah aku bisa menaklukannya
Gemuruh dalam dada ini semakin tidak bisa diredam
Gemuruh kegaduhan yang selalu bercerita tentangmu
Ah, mungkin aku hanya seorang musafir yang kebetulan berpapasan
Berpapasan denganmu di salah satu persimpangan yang kita lalui
Hanya berpapasan, lalu berpisah di ujung jalan
Ah, kamu telah membuatku pesimis
Bagaimana mungkin aku akan menaklukan dunia, di saat aku telah takluk?
Olehmu, Aliya...

____________________
Gambar di atas dikirimkan oleh seorang teman di grup chatting bala Kurawa, entahlah.

3 komentar

  1. gambar di atas itu putra SBY, kan (yg sebelah kanan)? Dan Aliya kalo gak salah nama istrinya? :D

    BalasHapus