Tentang Kehilangan

Muhamad Rahmat // Senin, 20 Mei 2013


Ucok masuk ke ruangan Ucen dengan langkah terseret-seret. Mulutnya berlumuran gerutu. Tidak jelas apa yang keluar dari mulutnya. Sampai di depan kubikel Ucen, matanya menatap hampa ke arah sahabatnya itu. Nyaris tidak ada ekspresi. Tanpa harus dikomando, kemudian Ucok meluapkan seluruh unek-unek yang sempat tertimbun dalam kepalanya.

"Gue galau, Cen! Galau! Galau!!"

"Halah, kapan sih lo ga pernah galau? Emang ada apaan lagi?"

"Yati, Cen.. Yati!"

"Ada apa sama Yati? Dia minta dinikahin?"

"Kagak, justru dia ninggalin gue. Yati pergi sama cowok lain. Lo kenal Anca ga, satpam seberang?"

"Oh, Yati ninggalin lo gara-gara Anca? Hahahaha."

"Kok lo malah ngetawain gue sih?"

"Cok.. Ucok. Kalau lo ditinggalin sama Yati, harusnya lo kasihan sama Yati."

"Loh kok gitu? Gue dong yang harusnya dikasihani."

"Jelas Yati lah yang harus dikasihani. Yati udah kehilangan lo, cowok yang tulus mencintai dia. Sementara lo? Lo cuma kehilangan cewek yang ga mencintai lo. Santai aja lagi. Hahaha."

"Tapi kan ..."

"Lo juga harusnya kasihan sama Si Anca. Dia udah ngerebut cewek yang kualitas cintanya KW5. Udah terbukti kan?"

"Tapi tetep aja gue galau, Cen."

"Percuma ya gue ngomong sama Raja Galau Sejagad. Udah ah, gue lagi sibuk."

"Cen!"

"Dududu.."

"!@#$%^&*"

___________________
Sumber gambar: Flickr

0 komentar