Satu Dua Tiga Empat

Muhamad Rahmat // Senin, 17 Juni 2013


Banyak peristiwa ekonomi yang telah terjadi dalam semester pertama tahun 2013. Di antaranya adalah defisit anggaran yang sudah melewati angka 3%, artinya ini bertentangan dengan UU Keuangan Negara. Akibatnya RAPBNP diajukan lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Selain itu, juga karena terjadi perubahan beberapa asumsi ekonomi makro dalam APBN 2013.

Hal ini di antaranya menyebabkan pemerintah melakukan pemotongan, atau lebih halusnya dikenal dengan penghematan, anggaran. Tentu saja subsidi BBM yang memang sangat membebani APBN yang dinilai tidak efektif karena hanya 15% untuk angkutan umum dan barang akan segera dicabut. Sisanya, 40% untuk sepeda motor dan 45% untuk mobil pribadi. Kini kenaikan harga BBM tinggal menunggu ketuk palunya saja.

Meski demikian, di tengah terpaan angin ekonomi global yang sangat tidak menentu, kita masih bisa bertumbuh dengan cukup baik. Pertumbuhan ekonomi kita dalam perjalanan di tahun 2013 ini mampu mencapai angka 6%. Ini membuat kita berada di peringkat ke dua setelah Cina dalam barisan negara-negara G-20.

Dari sisi fiskal, pemerintah telah menyiapkan rencana antisipatif yang di antaranya adalah dengan menyediakan dana kompensasi. Sementara itu, dari sisi moneter Bank Indonesia juga turut melakukan langkah-langkah antisipatif melalui penyerapan likuiditas dalam rangka menjaga inflasi agar tetap berada pada level yang terkendali.

Pemerintah sudah menyiapkan semua langkah antisipatifnya, dari berbagai sisi, dengan begitu baiknya. Tinggal bagaimana kita mendukung langkah-langkah tersebut. Dan, jika kita sudah mempunya perencanaan keuangan yang cukup baik, seharusnya kenaikan harga BBM karena dicabut atau dikuranginya subsidi BBM tidak akan terlalu berpengaruh.

Oke. Itu hanya sedikit intermezzo. Iya, hanya intermezzo, sedikit pula. Pada malam hari yang sangat cerah ini saya akan sedikit berbagi tips tentang perencanaan keuangan. Mungkin tipsnya sudah tidak begitu asing di telinga narablog sekalian. "Satu dua tiga empat." Yap! Itu dia tipsnya.

Satu dua tiga empat artinya:
10% untuk dana cadangan atau darurat (tabungan atau asuransi).
20% untuk investasi.
30% untuk papan (kost atau cicilan rumah).
40% untuk konsumsi (termasuk di dalamnya sumbangan dan memberi orang tua).

Misalnya kita mempunyai penghasilan Rp4.000.000,00 per bulan. Maka yang Rp400.000,00 wajib untuk ditabung, Rp800.000,00 untuk investasi, Rp1.200.000,00 untuk membayar uang kost atau membayar cicilan rumah, dan sisanya sebesar Rp1.600.000,00 adalah untuk biaya hidup selama sebulan.

Memang kebutuhan kita akan tumbuh seiring dengan bertumbuhnya pendapatan. Oleh karena itu, jika merasa kurang dengan nominal dari porsi 40% tersebut, jalan keluarnya bukan dengan mengambil dari porsi lainnya melainkan dengan berusaha untuk meningkatkan atau mencari tambahan pendapatan, dengan kreatif.

Failing to plan is planning to fail.

0 komentar