Romantic Investment

Muhamad Rahmat // Rabu, 19 Juni 2013


Sering dianggap tabu untuk memadukan antara cinta dan keuangan, karena bisa dianggap matre. Padahal jelas sekali perbedaan antara matre dan berencana. Dalam hal ini rencana keuangan yang diimplementasikan dalam bentuk investasi. Realistis saja, kita tidak akan bisa hidup dengan hanya bermodalkan cinta. Apakah pasangan yang mempunyai perencanaan keuangan layak untuk disebut matre. Tentu tidak, bukan?

Namun, sebelum melangkah ke jenjang romantic investment, alangkah lebih baiknya apabila sebelumnya disepakati terlebih dahulu bagaimana peran masing-masing. Misalnya tentang siapa yang akan menjadi bendahara keluarga dan apakah isteri juga akan ikut bekerja atau menjadi ibu rumah tangga dan fokus untuk membesarkan dan mendidik anak. Memang kelihatannya sepele, tetapi ini merupakan pondasi awal agar romantic investment dapat berdiri dengan kokoh.

Romantic investment penting untuk menyelamatkan kebahagiaan keluarga ketika diterpa oleh masalah-masalah keuangan: biaya pendidikan anak, masalah kesehatan, masalah kesinambungan penghasilan di masa pensiun, atau bahkan masalah keuangan untuk shiny days alias untuk memenuhi gaya hidup masing-masing.

Langkah pertama dalam perencanaan romantic investmen adalah menentukan dan menyamakan cita-cita bersama. Lalu lihat bagaimana pola pengeluaran kita berdua, yang tentu saja sangat dipengaruhi oleh bagaimana gaya hidup kita. Setelah itu, tentukan berapa lama target waktu yang harus kita tempuh untuk meraih cita-cita tersebut. Tahap perencanaan terakhir adalah memilih instrumen investasi yang paling sesuai dengan kondisi keuangan kita yang dapat membuat kita dapat meraih cita-cita yang telah ditetapkan bersama tadi.

Salah satu kunci utama kesuksesan romantic investment adalah keterbukaan dan saling percaya. Jangan ada yang ditutup-tutupi sehingga tidak akan jadi bom waktu yang bisa meledak di kemudian hari. Keterbukaan dan saling percaya diperlukan sejak tahap penentuan peran masing-masing sampai dengan tahap penentuan instrumen investasi yang akan diambil. Bahtera tidak akan sampai di tujuan jika tidak ada keterbukaan dan saling percaya antara nahkoda dan navigator.

Romantic investment akan sangat berkesan karena kita melakukannya bersama-sama. Itulah keuntungan utamanya, keuntungan yang tidak akan bisa dikuantifikasi. Sampai ketika pasangan kita dijemput Yang Mahakuasa, perjalanan mencapai suatu tujuan merupakan proses yang sebenernya dalam menjalin suatu hubungan. Bahkan mungkin sampai kita dipertemukan lagi di akhirat kelak. Aamiin.

Peran pasangan sangatlah penting dalam mencapai cita-cita yang telah ditentukan bersama. Kebersamaan dalam mencapai suatu tujuan dengan dilandasi cinta akan membuat proses pencapaiannya tidak hanya menjadi mudah. Tetapi menjadi menyenangkan, baik dalam suka maupun duka.

Untuk sampai ke tujuan, bahtera mungkin akan diterjang badai yang bisa membuatnya terombang-ambing. Akan tetapi, terkadang secara tidak sadar masalah-masalah itulah yang justru membuat kita bisa lebih dekat dengan pasangan. Ada kalanya ketika sekelompok orang merasakan bahwa mereka bernasib sama, menghadapai masalah yang sama, mereka bisa lebih solid daripada sebelumnya. Ini sudah terbukti.

Kunci terakhir dari keberhasilan romantic investment adalah kesetiaan. Tidak hanya setia kepada pasangan, lebih dari itu adalah setia kepada komitmen yang telah dibuat. Sebesar apapun usaha yang telah dilakukan, mustahil bahtera akan mencapai tujuan jika nahkoda dan navigator tidak saling setia.

Akan lebih romantis lagi jika kamu tidak hanya membaca tulisan ini. Tetapi langsung memulai memeraktikkannya bersama pasangan kamu. Sambil tidak lupa mendoakan penulisnya agar bisa segera menemukan navigatornya. Uhuk..

___________________
Sumber gambar:Flickr

6 komentar

  1. akk! pacar gue harus baca ini! haruuuus! hahaha.. btw, makasi infonyaaaah

    BalasHapus
  2. duhh bapak,,, udah ngomongin ginian aja,, hahaahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah, emang salah? Belajar itu harus sejak dini. :P

      Hapus
  3. gombal

    *ngakak guling-guling

    jadi konsultan percintaan aja lah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah memberi testimoni sebagai mantan klien. Haha

      Hapus