fiscus-wannabe
1889931491244934
Sedang Proses ...

Patah Hati


Patah hati. Tiba-tiba pacar meminta putus. Sangat terpuruk. Seolah langit baru saja runtuh. Sakit. Sangat sakit. Lebih sakit daripada sakit gigi. Bukan. Ini bukan curhat seorang yang baru saja patah hati. Hanya mencoba mengilustrasikan sakitnya patah hati. Kurang dramatis memang. Tapi siapa yang tidak merasa patah hati ketika ditinggalkan orang yang ia cintai? Sangat ia cintai. Pun ketika orang yang dicintainya tersakiti. Dia akan ikut merasa sakit.

Padahal, patah hati seperti itu hanyalah little broken hearth. Begitu saya ingin menyebutnya. Mencontek istilah yang digunakan René Suhardono ketika menyebut cintanya kepada sang isteri sebagai little love. Disebut demikian karena sebesar apapun cinta dan sayang kita kepada seseorang, keluarga atau bukan, kita masih mempunyai tanggung jawab kepada agama, negara, sesama, makhluk lain, dan alam semesta. Itulah yang disebutnya sebagai big love. Alissa Wahid pernah bercerita mengenai prioritas hidup almarhum Gus Dur: agama, Indonesia, NU, dan keluarga. Meski demikian, anaknya tetap memandang Gus Dur sebagai sosok yang sangat penyayang.

Kembali ke soal patah hati. Beberapa hal yang terjadi di negeri ini terkadang membuat kita patah hati. Tentu kita semua sangat mencintai tanah tumpah darah ini. Namun, apakah sakitnya sesakit ketika kita ditinggalkan pacar?

Setiap hari, setiap malam, tak henti-hentinya layar kaca menampilkan berita memilukan tentang ibu pertiwi. Yang tidak ditampilkan di layar kaca pun tak kalah memilukan. Misalnya, ada wakil rakyat yang terhormat yang di layar kaca dengan sangat beringas mengkritik sebuah perusahaan. Tapi apa yang dilakukannya di belakang layar? Dia menyelundupkan orang dekatnya untuk masuk ke dalam perusahaan tersebut. Atau, ada yang membuat peraturan perundangan lalu mengkhianantinya. Tidak menjalankan gagasannya sendiri yang telah dituangkan dalam peraturan yang dibuatnya sehingga banyak orang yang terampas haknya. Masih banyak lagi hal-hal yang tidak tampak di depan layar yang akan membuat kita patah hati.

Ada seorang teman, Ucen namanya. Orangnya aneh. Sangat-sangat aneh. Kemarin saya melihatnya sedang termangu di taman kota. Matanya berkaca-kaca.

“Kenapa lo, Cen? Baru diputusin Aliya?”

“Haha. Kagak lah. Kenapa emang?”

“Ah ga usah pura-pura sama gue. Lagi ga punya duit?”

“Kagak, Mat. Gue lagi galau aja. Gue pengen jadi orang baik. Gue udah coba mengabdi dengan sepenuh hati. Tapi apa yang gue dapet? Bukannya gue ga ikhlas. Tapi buat apa gue banting tulang kalau dampaknya ke gue justru sebaliknya. Gue patah hati. Dan, gue masih sulit buat jatuh cinta lagi.”

“Um…”

Asudahlah.

Gambar di atas adalah cuplikan adegan dari sebuah film. Seorang perempuan ditinggal oleh lak-laki pujaan hatinya yang menghembuskan nafas terakhir di salah satu puncak tertinggi di tanah airnya. Seseorang yang sering galau melihat ibu pertiwinya tersakiti, dan menuliskannya dalam sebuah buku diary.

Si vis amari, ama!
Personal 7521838814236145478

Posting Komentar Blogger Disqus

emo-but-icon

Beranda item

Laman Facebook

Statistik

Langganan Surel

Pemirsa

Kliping