Lengkung Janur Kuning

Muhamad Rahmat // Senin, 09 September 2013


Tepat di tempat kami mengeksekusinya dengan telur busuk, salah satu kru Klub Odong-odong resmi menjadi isteri orang. Tiba-tiba ingatan saya terbawa ke masa setahun silam. Setelah halal bihalal Kandaga, kami berempat menonton Perahu Kertas sekuel pertama. Endingnya adalah ketika Kugy bertemu kembali dengan Keenan di pernikahan Noni dan Eko. Tapi ini bukan soal Kugy dan Keenan. Tapi soal Noni dan Eko. Ada yang nyeletuk kalau kelakuan mereka sama dengan kelakuan mempelai yang ada di atas. Tapi ternyata itu salah. Karena ijab qabulnya lancar, cukup sekali saja. Tidak seperti Noni dan Eko.

Lengkap sudah undangan dalam sebukan ini. Mulai dari teman SD, SMP, SMA, kuliah, sampai teman kantor. Sayangnya tidak bisa semuanya dihadiri karena kesibukan yang sangat padat. Sok sibuk. Saya menonton Perahu Kertas sekuel pertama di Tasik, bersama tiga orang teman. Sekarang, yang satu sudah pindah ke Lombok, yang satu sudah menikah, yang satu lagi laki-laki. Masa harus menonton berdua sama laki-laki? Saya menonton Perahu Kertas sekuel ke dua di Jakarta, bersama tiga orang teman. Sekarang, yang satu sudah pindah kantor, yang satu sudah menikah, yang satu lagi perempuan. Kalau nonton berdua, nanti bisa jadi gosip.

Seperti biasanya, malah ngelantur. Sebenarnya Kandaga mempunyai sebuah piala bergilir. Piala itu akan berpindah tangan dan mencatatkan nama anggota Kandaga yang sudah pernah mendapatkan piala tersebut. Sayangnya, kemarin piala itu tidak terlihat batang hidungnya. Yang ada sekarang hanyalah sebuah pertanyaan besar, "Siapa berikutnya?"





Baiklah, kami segenap Keluarga Besar Klub Ododng-odong mengucapkan selamat berbahagia untuk Pasangan Risma dan Yudi. Akhirnya, benih-benih cinta yang disemai semasa PKL di KPP Pratama Ciamis ada juga yang tumbuh sampai berbunga. Tapi belum berbuah, momongan.


Oh iya, ada bonus foto untuk Tendi. Ups!

0 komentar