Tidak Semuanya Karena Jokowi

Muhamad Rahmat // Rabu, 14 Mei 2014


Laiknya orang yang hendak memulai usaha, beberapa hari ini saya harus mondar-mandir untuk mengurus beberapa persuratan. Salah satunya ketika saya harus mengurus persuratan di salah satu perusahaan BUMN, bukan bank.

Di sana saya bertemu dengan seorang laki-laki paruh baya. Di lift saya menyapa orang itu.

”Bapak dari mana?”

”Oh.. saya kerja di sekolah. Masnya dari mana?” mungkin guru.

”Kalau saya dari Lapangan Banteng.”

”Dulu menterinya Sri Mulyani ya?”

”Iya, udah beberapa kali ganti.”

”Kasus Century itu gimana? Belum selesai ya? Politik memang bikin pusing. Ngomong-ngomong pelayanannya cepet juga ya? Berkat Jokowi ini, semuanya jadi cepat. Coba kalau nanti jadi presiden.”

”Tapi kan ini BUMN Pak. Jokowi ga ada pengaruhnya di sini. Ga ada hubungannya.”

”Ting!!” lift terbuka dan kami pun berpisah.

Mungkin ini bisa dibilang sebagai efek samping dari sering munculnya nama Jokowi di pelbagai media. Yang saya tahu, BUMN sudah berbenah jauh hari sebelum nama Jokowi muncul di koran-koran. Begitu pula dengan BUMN tadi, yang pelayanannya sudah semakin baik, tidak ada hubungannya dengan Jokowi. Mungkin orang tadi berkata begitu karena kantor BUMN ini ada di Jakarta dan memberikan pelayanan kepada masyarakat sehingga dia beranggapan bahwa semuanya berkat Jokowi. Namun jelas, tidak semua perubahan positif di negeri ini, khususnya di wilayah DKI Jakarta, terjadi karena jasa Jokowi.

Saya bukan mau menjelek-jelekkan Jokowi, tapi saya juga bukan penggemar Jokowi. Saya hanya ingin menggarisbawahi dan memperjelas bahwa seperti itulah kira-kira citra Jokowi di mata sebagian besar masyarakat. Dan, terlepas dari siapa pelakunya, baik pendukung maupun lawan Jokowi, saya sangat menyayangkan banyaknya black campaign yang ditujukan ke Jokowi. Karena semua itu membuat kata ”politik” semakin menjadi kotor di mata masyarakat.

4 komentar

  1. Hehe... lagipula baru menjabat sbg gubernur seumur jagung, masih banyak janji2 semasa kampanye dulu yg belum ditepati. Saya termasuk yg kecewa karena Jkw nyapres sebelum amanahnya di DKI Jakarta selesai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi ibu dokter merasa kehilangan gubernurnya ya? :D

      Hapus
  2. ahaaa.. mama aku di makassarpun kalau ada berita bagus dari jkt pasti blngnya krn jokowi -_-

    BalasHapus