Akhirnya Datang Juga

Muhamad Rahmat // Kamis, 02 Oktober 2014


Panggung kehidupan ini persis seperti “Akhirnya Datang Juga”. Kita memasuki sebuah episode yang kita tidak tahu skenarionya. Kita harus menebak-nebak peran yang harus kita ambil. Tidak jarang improvisasi yang kita lakukan justru mengubah jalan ceritanya. Karena itu, kita harus mengambil peran yang tepat agar setiap episode yang kita mainkan bisa sejalan dengan skenario besar-Nya.

Salah satu penyakit manusia yang sedang beranjak dewasa adalah ketidakbisaannya meninggalkan sifat kekanak-kanakannya. Sifat itu pulalah yang membuat aku selalu bertanya-tanya, “Sudah pantaskah jika dalam episode mendatang aku mengambil peran sebagai orangtua?” Harus dicatat bahwa orangtua berbeda dengan orang tua.

Pertanyaan yang selalu bersemayam di dalam kepalaku itu seketika membuancah ketika isteriku mengirim sebuah gambar.


Perasaanku bercampur-aduk. Inikah skenario dari episode yang akan aku mainkan selanjutnya?

Perlahan aku tahu bahwa judul skenario besar-Nya itu adalah “Bersyukur”. Karena dengan bersyukur improvisasi yang kita lakukan tidak akan mengubah jalan ceritanya. Karena hanya dengan bersyukur kita bisa mengambil peran yang tepat dalam setiap episode yang kita mainkan.

Terima kasih atas segala karunia-Mu.

3 komentar

  1. Selamat....
    waktu istri gw kirimin foto yang ada 2garis, gw tiba2 lompat, gw lupa gw lagi meeting

    BalasHapus