Razia Dompet Kempes

Muhamad Rahmat // Senin, 05 Oktober 2015


Sepulang dari kantor, seorang teman pernah kena razia di putaran Patung Arjuna Wijaya, Jalan Medan Merdeka. Waktu itu, teman saya mengambil jalur sebelah kanan saat hendak belok kanan ke Jalan Budi Kemuliaan dari Jalan Medan Merdeka Barat. Mengakui kesalahannya, teman saya pun pasrah dan meminta surat tilang sembari menunjukkan dompet yang isinya tinggal selembar uang sepuluh ribu rupiah, seolah ingin memberi kode kepada polisi bahwa percuma jika polisi itu bersikeras minta dinego. Bukannya memberikan surat tilang, polisi itu malah minta uang yang tinggal sepuluh ribu tadi, seolah dia sangat legowo jika harus dibayar semahal itu.

Hari ini, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke-70, para personel Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/4 Surakarta mengadakan aksi Operasi Dompet Kempes yang sasarannya adalah para tukang becak di wilayah Solo, Jawa Tengah. Jika terjaring razia, para tukang  becak ini akan diberi uang makan sebesar dua puluh ribu rupiah, dua kali nominal yang pernah diberikan teman saya kepada polisi yang menilangnya di putaran Patung Arjuna Wijaya alias patung kuda. Para tukang becak pun beramai-ramai mengantre untuk menunjukkan isi dompetnya yang memang kempes.

Hari Minggu kemarin, video Youtube yang menampilkan dugaan penerimaan pungli oleh oknum polisi di Pos Pojok Beteng Wetan sempat menghebohkan lini masa. Sang pengunggah, Elanto Wijoyono menyampaikan tak ingin menyudutkan pihak kepolisian dan lebih bertujuan mengharapkan masyarakat agar berani bersuara apabila ingin mengkritisi sebuah hal yang dianggap kurang tepat melalui gerakan #RECORDRUPTION.

Gerakan yang digagas Elanto tersebut bemula dari kasus Adlun Fiqri. Adlun Fiqri yang mendapat penangguhan penahanan pada hari Sabtu kemarin dari tahanan Polres Ternate, Maluku Utara, adalah aktivis dan pegiat literasi di Ternate. Sebelumnya, pada Senin minggu kemarin, Adlun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pencemaran nama baik kepolisian. Pemicunya adalah video bertajuk Kelakuan Polisi Minta Suap di Ternate yang sempat diunggah Adlun di YouTube dan disebarkan di Facebook.

Beberapa tahun terakhir, stand up comedy alias komedi tunggal (komtung) sedang naik daun. Ketika slapstick comedy lebih mengandalkan kelucuan gerak adegan ketimbang dialog atau monolog yang dibangun pemainnya, komtung justru kebalikannya. Dalam komtung, monolog dari seorang comic yang mentertawakan hal-hal yang masih dianggap tabu untuk ditertawakan adalah senjata rahasia untuk mengocok perut penonton. Bagi saya, Operasi Dompet Kompes adalah komedi secerdas komtung untuk menyentil tetangganya yang suka melakukan razia saat dompet kempes, yang ingin dipertontonkan TNI di hari ulang tahunnya kepada masyarakat yang memang bisa menerima pesan itu. 

Jangan-jangan ini hanya perasaan saya saja, atau mungkin kamu juga merasakannya. Ah, kenapa malah baper?

0 komentar