Protap Perbekalan Jagoan

Muhamad Rahmat // Selasa, 29 Maret 2016

Bekal Traveling Bawa Bayi

Seminggu yang kemarin, kami menyambangi rumah seorang kawan. Lokasinya tidak kelewat jauh dari kediaman kami. Ia punya dua orang anak yang masih balita. Niat kami biar Jagoan bisa bertemu dan bermain bersama mereka. Jagoan memang menyukai keramaian. Jika diajak ke PAUD, sekolah, bahkan kampus, Jagoan bisa sangat menikmatinya. Matanya berbinar ketika melihat ada banyak orang di seputarnya.

Ternyata ia sedang sibuk mengemasi perabot rumahnya. Tidak lama, juga datang kurir yang akan mengantar perabotnya itu. Bulan depan ia akan pindah rumah, ke Jogja, kampung halamannya. Kedua buah hatinya juga sedang tidak ada di rumah, kebetulan. Kami pun pamit pulang dan berjanji untuk bertemu lagi dalam beberapa hari ke depan, sebelum ia berangkat ke Jogja.

Sabtu pagi, ketika kami bertiga masih leyeh-leyeh di atas tempat tidur, kawan kami itu mengajak pergi ke mall. Seraya mengiyakan, kami gegas berbenah dan bersiap. Ambu memandikan Jagoan. Abah mengurusi perbekalannya. Belum selesai kami bersiap, kawan kami sudah datang. Ia harus menunggu beberapa waktu, terpaksa. Ajakan yang mendadak juga sebabnya.

Sewaktu saya keluar rumah dengan menggendong satu tas punggung dan menenteng dua lainnya: tas kereta bayi lipat dan tas jinjing, kawan kami terkaget melihat berjebahnya perbekalan Jagoan. Satu alasan kami membawa perbekalan sebanyak itu, yakni demi kenyamanan Jagoan. Segambreng perbekalan ibarat sudah menjadi Prosedur Tetap (Protap) yang harus dilaksanakan ketika akan mengajak pergi Jagoan. Entah itu hanya ke mall yang jaraknya beberapa kilometer saja dari rumah.

Bekal Traveling Bawa Bayi

Sebetulnya jagoan termasuk anak yang menyenangkan. Ia hanya rewel ketika mengantuk dan lapar. Ketika sudah mengantuk, Jagoan sering bingung lantaran masih ingin bermain. Apalagi kalau perutnya keroncongan.

Pernah kami terjebak di Magelang akibat macet lebaran. Sementara hari sudah larut, Jagoan rewel karena bekal makanannya sudah habis. Abah dan Ambu pun berkeliling mencari minimarket. Waktu kami pun banyak terbuang untuk mencari makanan Jagoan. Pernah juga Jagoan rewel ketika ke Rumah vaksinasi saya lupa membawa makanan dan cemilan. Dari situ kami belajar untuk membawa perbekalan ekstra sewaktu bepergian bersama Jagoan.

Kami membawa segala kebutuhan Jagoan, semisal popok, makanan, minuman, dan cemilan bayi, obat-obatan, baju ganti, selimut, kereta bayi, gendongan, dan mainan. Semuanya disiapkan dalam jumlah ekstra, termasuk gendongan. Biasanya kami membawa dua jenis gendongan dengan tipe berbeda. Membawa perbekalan ekstra dari rumah lebih baik dibanding membeli di tempat tujuan. Selain hemat uang, waktu kita juga hemat karena tidak habis untuk mencari perbekalan yang kurang. 

Bekal Traveling Bawa Bayi

Kereta bayi karena itu diperlukan bukan cuma untuk membawa Jagoan, tapi juga untuk membawa perbekalannya. Tas jinjing biasanya saya kaitkan di bagian belakang kereta bayi. Pun ketika jagoan sedang tidak duduk di atas kereta bayi, tas punggung bisa ditaruh di atasnya. Kereta bayi juga dapat digunakan sebagai tempat menaruh barang belanjaan. Membawa kereta bayi sangat memudahkan kami selama perjalanan. Bila Jagoan senang, perjalanan pun jadi lebih menyenangkan.

0 komentar