Biar Roker Enggak Bikin Ayam Tetangga Mati

Muhamad Rahmat // Selasa, 21 Februari 2017


Bilur embun masih terlelap di punggung rerumputan. Angin berhembus nan pelan, menyeka letih sisa kemarin. Saya sudah duduk manis di bangku peron. Berbareng Rombongan Kereta (Roker) lainnya, sabar saya menanti KRL yang akan mengangkut kami.

Jangan sesekali membayangkan saya bisa berselonjor di dalam gerbong KRL saat jam pergi dan pulang kerja. Semua orang berebut masuk, berdesakan, dan berhimpitan. Meski begitu, KRL tetap jadi transportasi idola warga seputaran Jabodetabek. Harga tiketnya murah. Waktu tempuhnya pun relatif lebih singkat dibanding moda transportasi lain.

Tips Antibengong

Minimal, dua puluh jam seminggu waktu saya habis untuk pejalanan pergi dan pulang kerja. Dua puluh jam seminggu atau dua jam sehari itu bukan waktu yang sebentar. Lebih-lebih lagi, saya melaluinya di tengah himpitan Roker lain, yang saling berdesakan memenuhi setiap rongga dalam gerbong KRL.

Itulah rutinitas saya, Roker ibukota. Tapi, alih-alih cuma bengong dan bikin ayam tetangga mati, saya punya beberapa tips agar perjalanan KRL tak lagi menjemukan.

1. Membaca buku



Bagi saya, menghindari KRL yang penuh sesak adalah prioritas ke sekian. Bisa tiba di tempat kerja tepat waktu, itu yang utama. Saya rela berdesakan asal tidak ditinggal KRL. Saking berdesakannya, sering saya tidak bisa melihat keluar jendela. Untungnya, Tuhan telah menciptakan jendela dunia yang bisa dibawa ke mana-mana, iya buku. Dengan buku, saya bisa melihat jendela yang lebih luas dari jendela KRL.

Selain membaca buku, alternatif lainnya adalah membaca kitab suci. Dengan begitu, stres hilang pahala pun menjelang. Membaca buku atau kita suci juga dapat dilakukan di layar ponsel.

2. Bermedia sosial



Dua puluh jam seminggu waktu saya habiskan di dalam gerbong KRL. Otomatis, waktu untuk berjumpa sahabat dan kerabat pun terpangkas. Kabar gembiranya, di muka bumi ini banyak inventor yang telah mencipta beragam inovasi media untuk bersosialisasi. Saya pun tetap bisa bercengkerama dan bergurau dengan kawan dari seberang pulau, bahkan seberang benua. Ruang dan waktu tidak lagi menjadi batas yang merintangi.

3. Menguping musik



Kehadiran ponsel pintar dan internet membuat banyak aktivitas menjadi lebih praktis. Untuk mendengar musik, saya tinggal pilih mau mendengarkan via radio, pemutar mp3, atau streaming online. Semua tersedia di layar ponsel. Saya bisa mendengarkan jutaan lagu dari seluruh dunia dengan berbagai genre musik. Dan, yang terpenting adalah harga langganan lagu-lagu legal itu sekarang sudah jauh lebih terjangkau. 

4. Menonton film



Film adalah teman perjalanan yang asyik. Menontonnya pun praktis, tinggal putar di layar ponsel. Apalagi, bundel paket internet Telkomsel langganan saya sudah termasuk layanan streaming HOOQ. Iya HOOQ, aplikasi streaming film dan serial teve itu. HOOQ adalah pintu gerbang menuju dunia hiburan tanpa batas. Dengan hanya satu aplikasi, saya bisa menonton ribuan film dan serial teve. 


Banyak Film Lokal



Film-film dan serial teve atau sinetron Indonesia pun sudah tersedia di HOOQ. Mulai dari film-film lawas seperti Warkop DKI hingga film-film yang baru turun dari bioskop. HOOQ juga mengelompokkan daftar film paling populer. Selain itu, untuk mempermudah kita memilih film yang akan ditonton, HOOQ juga mengelompokanya berdasarkan jenis dan genre film.

Legal dan Ekonomis



Berkat HOOQ, kita semua bisa menonton puluhan ribu koleksi film dan serial teve dari seluruh dunia secara legal. Kualitasnya juga sudah pasti bagus banget. Biaya langganannya pun murah banget, per bulannya kita cukup merogoh kocek Rp49.500,00 saja. 

Harga yang lebih murah daripada beli DVD yang hanya ditonton sekali dua kali saja. Bahkan dibanding DVD bajakan sekali pun, biaya langganan HOOQ masih jauh lebih ekonomis. Pembayarannya pun mudah, bisa dengan kartu kredit, kartu debit, atau pulsa seluler.


Perangkat Apa Saja, di Mana Saja, dan Kapan Saja



HOOQ memiliki fitur yang membikin saya bisa menonton film secara daring dengan terlebih dulu mengunduhnya. Ini mujarab untuk menyiasati sambungan internet di dalam gerbong KRL yang sering labil. Untuk menghemat kuota internet, saya bisa mengunduhnya ketika ada wifi gratis. Setelah itu, saya bebas menonton di perangkat apa saja, di mana saja, dan kapan saja. Jika saya ingin melanjutkan menonton di rumah, saya tinggal menyambungkan ponsel saya dengan layar teve.

Bagaimana, asik bukan? Kamu lebih suka membaca buku, bermedia sosial, menguping musik, atau menonton film? Kalau saya lebih suka menonton film. Apalagi saya manusia tipe penyerap visual. Jika tidak ada gambar, bisa-bisa saya malah bengong sendiri dan bikin ayam tetangga mati. Untung ada HOOQ. Berkat HOOQ, saya bisa menonton film di mana saja dan kapan saja, termasuk di gerbong KRL.

0 komentar