zORB44u1Y5Szogk9hvRg5anbZDydcDDjseaSpgOw
Kerja Gesit Gaya SanDisk

Iklan Billboard 970x250

Kerja Gesit Gaya SanDisk


Medio 2016, Ambu memulai karir barunya sebagai kepala sekolah di sebuah SD di bilangan Jakarta Selatan. Waktu itu, untuk menunjang tugas baru itu, Ambu masih suka pinjam laptop Abah karena laptopnya sudah tidak bisa digunakan. Dimensi laptop Abah cukup besar dan berat. Padahal, laptop menjadi barang penting yang harus selalu ada di dalam tas ke manapun Ambu pergi.

Setelah berdiskusi, kami bersepakat mencarikan laptop baru untuk Ambu. Namun, pilihan malah jatuh pada sebuah tablet, bukan laptop. Alasannya, dimensi yang ringkas, juga ringan, membuatnya mudah masuk dalam tas kecil. Ketebalan bagian layar dan tutsnya saja masing-masing hanya 4,8 mm. Bentuknya memang tablet, tapi fiturnya mirip laptop. Di dalamnya dibenamkan sistem operasi Windows.

Hanya saja, kekurangan dari sebuah—sebut saja—laptop yang amat tipis ini adalah ketiadaan lubang colokan USB. Di laptop itu hanya ada tiga lubang: lubang micro-USB, lubang audio jack 3,5 mm, dan lubang micro-HDMI. Ketiadaan lubang USB tersebut tentu sangat menyulitkan ketika hendak mentransfer data.

Kesulitan pertama muncul ketika hendak melakukan transfer data ke komputer atau laptop lain. Saat itu pertukaran data masih sangat bergantung pada USB flash drive. Tidak ada satu pun dari USB flash drive yang kami punya yang bisa digunakan untuk mentransfer data dari atau ke dalam laptop Ambu. 

Kesulitan kedua adalah ketika muncul notifikasi memori smartphone yang kepenuhan. Kabel yang biasa digunakan untuk mengisi daya baterai, yang biasanya juga digunakan untuk melakukan transfer data, salah satu ujungnya pasti menggunakan colokan USB. Ketiadaan lubang USB pada laptop semakin menyulitkan untuk melakukan back-up data smartphone ketika memorinya penuh. 

Pengalaman tersebut ternyata senada dengan hasil survey survei oleh DEKA yang dikomisikan oleh Western Digital Corp yang berjudul ‘Indonesian Consumer Mobile Habit and Data Management Survey’. Menurut suervey tersebut, ada 67% orang Indonesia yang pernah kehilangan data di smartphone mereka. Ada banyak faktor yang menyebabkan para pengguna smartphone kehilangan data. Di antaranya adalah pilihan untuk menghapus data demi ruang penyimpanan yang lebih lega. Lebih dari separuh responden atau sebanyak 51% membenarkan hal tersebut. Pada akhirnya, banyak file yang terpaksa harus dihapus.

Sebetulnya, masih menurut hasil survey tersebut, lebih dari 80% responden telah menyadari pentingnya melakukan back-up data. Namun, tidak dilakukan dan hanya sepertiga saja yang melakukan back-up teratur setiap bulan.


Sampailah pada suatu hari, ketika Abah mendapatkan sebuah USB OTG SanDisk untuk digunakan Ambu, ialah SanDisk Ultra Dual Drive m3.0. Ada empat alasan utama yang membuat kami semakin mantap untuk memilih SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 sebagai media untuk menyimpan dan melakukan pertukaran data.

Pertama: KOMPATIBILITAS

SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 kompatibel dengan smartphone Android yang memiliki dukungan USB OTG dan akan terdeteksi otomatis saat terhubung dengannya. Pastinya, USB OTG SanDisk ini kompatibel dengan sistem operasi Windows yang dibenamkan di laptop Ambu.

Kedua: FLEKSIBILITAS

Desainnya yang rapi dan dapat ditarik menawarkan konektor micro-USB dan USB 3.0. Konektor USB 3.0 memiliki performa tinggi dan di sisi sebaliknya kompatibel dengan konektor USB 2.0. Apalagi, di laptop Ambu tidak ada lubang USB. Dengan konektor micro-USB di satu sisi, dan konektor USB 3.0 di sisi yang lain, drive ini memudahkan Ambu untuk melakukan transfer data lintas perangkat, dari smartphone Android ke laptop Windows.

Ketiga: KECEPATAN

SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 membebaskan ruang penyimpanan smartphone dengan cepat. USB 3.0 berkecepatan tinggi membuat kita mampu mentransfer file yang cukup besar, semisal satu film penuh, dengan lebih cepat dari drive USB 2.0 standard, yakni hingga 150 MB/detik.

Keempat: KEMUDAHAN

SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 memudahkan Ambu untuk mentransfer file dari ponsel ke laptop. Kemudahannya dalam mengelola memori smartphone semakin paripurna dengan hadirnya aplikasi SanDisk Memory Zone di Google Play. Aplikasi tersebut memungkinkan kita untuk melihat, mengakses, dan mencadangkan semua file dari memori smartphone dalam satu lokasi. Aplikasi ini juga mampu secara otomatis memindahkan file dari perangkat ke drive kita.


Kehadiran SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 yang gesit membantu Ambu mengerjakan tugas-tugasnya sebagai kepala sekolah dengan gesit pula. Ketika Abah hanya mampu mengantarkan Ambu dengan dari rumah ke sekolah, SanDisk membantu memindahkan dan mengelola file Ambu di smartphone dan di laptop. Kecepatan dan kemudahan SanDisk memang kelewatan.


Abah berani memberikan SanDisk Ultra Dual Drive m3.0 untuk Ambu karena Abah merasa puas dengan peforma USB OTG SanDisk. Sehari-hari, Abah pun menggunakan USB OTG SanDisk. USB OTG SanDisk sangat membantu untuk transfer data, apapun keperluannya. Termasuk untuk menonton video. Di rumah, Abah bisa menancapkan USB OTG SanDisk ke televisi. Bila video belum selesai ditonton, Abah bisa melanjutkan menonton di layar smartphone saat perjalanan berangkat atau pulang kerja menggunakan KRL. Tentunya dengan menggunakan USB OTG yang sama.
Baca Juga
SHARE

Postingan Terkait

Berlangganan Via Surel

4 komentar

  1. Wah kudu punya nih. Secara blogger itu pasti harus motret dan berulang-ulang sampai hasilnya bagus. Gak kerasa udah gak muat aja gara-gara memorinya cuma sedikit. Dan itu sering banget saya alami.

    BalasHapus
  2. Ku malah fokus sama laptop yang di atas. Bagos bet njir :D

    BalasHapus

Posting Komentar