fiscus-wannabe
1889931491244934
Sedang Proses ...

Mencintai Kekurangan


"Maaf, Bu. Silakan keluar. Kasihan di depan sudah banyak yang antre. Tolong budayakan antre." kondektur Trans Jakarta meminta seorang penumpang yang masuk melalui pintu penurunan penumpang, tidak melewati antrean, untuk keluar dari bis.

Saya lupa di halte mana, antara Cempaka Putih atau Rawamangun. Sebenarnya, kalau mau tertib, naik Trans Jakarta itu cukup nyaman. Sayanganya, tidak sedikit penumpang yang suka menyerobot antrean. Beruntung jika penyerobot itu bertemu dengan kondektur seperti tadi, yang berani meminta penumpang nakal untuk turun.

Tujuan saya adalah pasar ikan hias Jatinegara. Saya pun turun di Halte Jatinegara. Sebenarnya Halte Jatinegara bukanlah halte paling dekat ke tujuan akhir saya. Masih ada satu halte lagi, Halte Stasiun Jatinegara. Tapi saya memilih untuk menyusuri jalanan Jakarta. Menemukan tempat tempat baru. Melewati gedung eks Kodim yang beralih fungsi menjadi gedung kesenian ke arah stasiun.

Di depan Stasiun Jatinegara saya berhenti sejenak, sekadar untuk mengisi perut. Ah, hanya dalam jarak beberapa jengkal, beragam kuliner khas dari berbagai daerah dijajakan. Mulai dari Sate Padang, Gudeg, Batagor, Asinan, Lumpia, dan masih banyak lagi.

Saya pergi ke pasar ikan hias untuk mencari pompa dan filter akuarium. Kemarin pompa akuarium tiba-tiba macet. Kasihan ikannya kalau tidak diganti. Saya sudah mencarinya di ITC Cempaka Mas. Karena itu saya lewat Rawamangun, biasanya sih lewat Matraman. Hanya saja di sana pilihannya terbatas dengan harga yang jauh lebih mahal. Tidak seperti di pasar ikan hias Jatinegara, banyak pilihan dan dengan harga yang miring. Masih bisa ditawar pula. Kualitasnya pun tak kalah bagus. Sebelum pulang, saya sempatkan membeli dua ekor ikan untuk menambah penghuni akuarium.

Entahlah, banyak yang mengeluhkan ketidaknyamanan hidup di Jakarta. Saya pun pernah demikian. Cukup manusiawi saya rasa. Tapi saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan kota ini. Termasuk jatuh cinta dengan segala kekurangannya. Memang keluhan itu diperlukan agar ada perbaikan di kemudian hari. Namun kita harus tahu porsinya. Mengeluh akan kekurangan yang melekat pada kota Jakarta hanya akan menutup mata kita akan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya. Bukankah akan tersiksa jika kita hanya mencintai kelebihan seseorang tanpa bisa menerima kekurangannya? Bukankah tidak ada yang sempurna di dunia ini? Termasuk Jakarta.

Dalam bidang transportasi, selain Trans Jakarta, masih ada beberapa angkutan, yang sangat nyaman dibandingkan angkutan umum lainnya. Misalnya Kopaja AC, biasanya saya naik P20 jurusan Senen-Lebak Bulus. Di Jakarta, mau ke bandara pun sudah ada Bis DAMRI. Kalau dari shelter Stasiun Gambir berangkatnya setiap 15 menit. Kereta Khusus Wanita juga sudah ada. Tinggal bagaimana kita, penumpangnya, mau menggunakannya dengan baik atau semau kita tanpa mematuhi aturan dan mengindahkan kenyamanan penumpang lain.

Meminjam ucapan yang tenlontar dari mulut sepasang pengamen cilik yang saya temui di atas MetroMini, "Buat apa mobil mewah, buat apa rumah mewah tapi tidak bisa bersyukur? Lebih baik tidur di jalanan dan makan seadanya, tapi hati ikhlas menerimanya." Ya, ujung-ujungnya masalah hati.

____________________
Sumber gambar: Jakarta Daily Photo
Urban 4785646673583890096

Posting Komentar Blogger Disqus

  1. sangat di sayang kan rakyat indonesia itu sangat kurang rasa bersyukurnya, padahal kalau saja semua bersyukur pasti semua bakal tentram...

    BalasHapus
  2. jogja ttp lbh keren dr jakarta hahahha :P

    ---------------
    oia, kayanya ga ada yang kehapus tuh, postinganku masih ada kok

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, tetap lebih keren Jakarta. :P
      Iya, kemarin soalnya di dasbor blogger ada di paling atas tapi di halaman blognya ternyata bukan tulisan paling baru.

      Hapus
  3. lbih enak d Bali dan Surabaya hahah komen back y

    BalasHapus
  4. bersyukur emang selalu bisa bikin semuanya cukup.

    BalasHapus
  5. Transjakarta yah, sudah hampir 2 tahun menjadi salah satu pelanggan setia (baca: karena murah), saya pun ikhlas walau harus menunggu TJ datang karena macet atau ada yg mogok,

    BalasHapus
  6. bener banget mas , harus mencintai jakartanya dulu baru jakarta ini bisa menjadi lebih baik ..

    mohon komentar tulisan saya ya :D
    http://goo.gl/YVGy1 - Jakarta banjir, Siapa yang harus disalahkan

    salam kenal ..

    BalasHapus

emo-but-icon

Beranda item

Laman Facebook

Statistik

Langganan Surel

Pemirsa

Kliping