Suka dan Rela

Muhamad Rahmat // Sabtu, 02 November 2013


Malam ini, untuk pertama kalinya komunitas Relawan Ruang Belajar angkatan I berkumpul di Kantor Indonesia Mengajar. Saya merasa sangat senang bisa menjadi (meminjam istilah Mba Shally) bagian dari sejarah sebagai orang-orang pertama yang meletakkan fondasi awal komunitas Relawan Ruang Belajar. Apalagi di sini saya kembali mendapatkan pekerjaan tambahan yang sesuai dengan passion saya.

Lewat pukul 21.30 WIB, rapat perdana baru selesai. Saya tidak merasa lelah atau bosan meski rapat berlangsung sampai larut malam. Padahal saya pun tidak mendapatkan keuntungan materi dari sini, dan memang saya tidak mengharapkannya. Namanya saja volunteer (sukarelawan), artinya orang yang mengerjakan sesuatu dengan dilandasi rasa suka atas apa yang dikerjakannya dan rela tanpa mengharapkan pamrih.

Tidak munafik, saya juga setuju bahwa kita membutuhkan materi untuk bisa bertahan hidup. Dalam Piramida Maslow pun hal ini sudah dijelaskan. Namun, di sana dijelaskan pula bahwa kebutuhan yang bersifat materi hanya merupakan kebutuhan dasar manusia. Jika materi saja yang kita kejar, artinya kita hanya berusaha memenuhi kebutuhan dasar saja.

Saya sangat bersyukur ketika hobi ngeblog saya bisa bermanfaat pula bagi orang lain. Tahun lalu, saya mendapatkan kepercayaan untuk menjadi ghost writer sebuah buku tentang untold story proses transformasi di kantor lama saya. Meski kemudian buku tersebut gagal ditulis karena saya terlanjur pindah kantor. Pun ketika di kantor baru saya mendapat kepercayaan untuk ikut mengelola majalah. Meski keduanya merupakan tugas tambahan di luar tugas utama saya dan tidak memberikan tambahan materi, saya sangat senang ketika mengerjakannya. Saya juga sangat bersyukur ketika hobi ngeblog saya bisa sedikit bermanfaat bagi Gerakan Indonesia mengajar, dalam hal ini Ruang Belajar.

1 November 2013, pendaftaran Pengajar Muda angkatan VIII mulai dibuka. Saya sangat ingin menjadi Pengajar Muda. Namun sayang, saya tidak bisa ikut mendaftar karena secara adminirtratif saja saya belum memenuhi persyaratan. Sejujurnya saya merasa kecewa. Tetapi saya pun tidak ingin terlarut dalam kekecewaan. Ada kalimat-kalimat sakti dari Indonesia mengajar yang menjadi pemompa semangat saya. Meski tidak berkesempatan menjadi Pengajar Muda, bukan berarti tidak ada kesempatan untuk ikut berkontribusi bagi Gerakan Indonesia Mengajar.

Mendidik adalah kewajiban setiap orang terdidik. Berhenti mengeluh tidaklah cukup. Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup. Semua orang dapat turut ambil bagian dalam gerakan ini. Lakukan aksi nyata. Sekarang.

Ketika kita mengerjakan sesuatu dengan suka dan rela, seberat apapun tugas yang harus kita kerjakan, kita tidak akan pernah merasa lelah untuk mengerjakannya. Seperti saat ini, sudah tengah malam saya masih meliuk-liukkan jemari di atas tuts laptop. Tetapi saya tidak merasa untuk menyelesaikan postingan ini. Karena saya melakukannya dengan suka dan rela. Ketika ngeblog, ada semacam kepuasan karena salah satu kebutuhan saya telah terpenuhi, kebutuhan yang tidak bersifat materi.

0 komentar