Kondom Gratis

Muhamad Rahmat // Kamis, 05 Desember 2013


Seminggu belakangan ini media heboh memberitakan bus kondom, bus yang membagikan kondom secara gratis. Saya sendiri hanya mendengar berita ini dari mulut orang-orang di sekitar saya. Baru malam ini saya mencari dan membaca sebuah artikel tentang bus kondom, sekadar untuk mencari tahu kronologi sebenarnya. Sekarang saya suka malas untuk membaca berita-berita yang seringnya malah memicu debat kusir.

Pagi tadi saya melakukan tes kesehatan di Puskesmas Jatinegara untuk keperluan pemberkasan. Kebetulan dokter di Puskesmas Jatinegara merupakan satu-satunya dokter yang ditunjuk untuk melakukan tes kesehatan tersebut. Di ruang tunggu, tepat di samping loket, terdapat klinik Voluntary Counseling Test (VCT) dan Program Rumatan Terapi Methadone (PRTM). Di sana saya melihat seorang perempuan datang ke loket. Dari gayanya saya menerka dia adalah orang LSM. Ternyata benar, dia sempat berbincang dengan dokter yang akan memeriksa saya. Darinya saya mendengar ada ODHA yang enggan untuk berobat jika tidak didampinginya. Padahal dokter sudah menyarankan agar keluarganya saja yang mendampingi karena perempuan tadi pasti masih banyak kesibukan lain dan agar ODHA bisa lebih mandiri.

Tidak dapat dipungkiri bahwa penghakiman masyarakat terhadap ODHA masih belum dan susah untuk dilenyapkan. Padahal banyak juga ODHA yang terinveksi HIV dari pasangannya yang melakukan hubungan seks berisiko, karena perilaku pasangannya. Kisah ini tidak jauh berbeda dengan ketika saya berkunjung ke Klinik VCT Rijasa di Puskesmas Kuta I, masih banyak ODHA yang enggan untuk berobat karena takut dengan stigma masyarakat yang selalu menghakimi mereka.

Seandainya saya mempunyai waktu dan kesempapatan, saya lebih ingin untuk membantu langsung ODHA daripada hanya berdebat kusir tentang bus yang membagikan kondom gratis. Sayang itu masih sebatas keinginan. Terlalu asyik berdebat kusir bisa membuat kita lupa bahwa masih banyak hal yang semestinya kita kerjakan bersama-sama. Sungguh itu akan lebih berguna daripada hanya meperdebatkannya ala pak kusir yang sedang bekerja. Tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk.

4 komentar

  1. buat apa ya di bagiin kondom?
    buat di pake?
    sama siapa?
    ini maksudnya nganjurin fre sex tapi pake kondom gitu ya *tepok jidad

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silakan dibaca lagi. Maksudnya bukan seperti itu.

      Hapus
  2. Setuju -__-" drpda memperdebatkan kondom, lebih baik semuanya turun langsung menangani orang2 yg terkena HIV AIDS. Toh, banyak sekali dr penderita yg terkena bukan krna 'perbuatan tercela' yg mereka lakukan.

    BalasHapus