Terima Kasih Pak RW, Bu RW, dan Ibu-ibu Girli

Muhamad Rahmat // Minggu, 07 Desember 2014


Menulis daftar undangan pernikahan itu berat. Ketika menyusun daftar undangan pernikahan, beberapa kerabat dan sahabat terlewat masuk dalam daftar. Alasannya karena ruang dan waktu yang terbatas, dan memang kami tidak menyampaikan undangan melalui undangan event di facebook. Menulis ucapan terima kasih pun sama beratnya.

Sewaktu saya menuliskan beberapa nama yang menurut saya paling pantas untuk diberi ucapan terima kasih, saya merasa ada beberapa orang yang mungkin akan tersinggung karena namanya terlewat. Jika saya ingin menyenangkan semua orang, postingan ini bisa menjadi sangat panjang. Sebab itu, saya hanya menuliskan nama Pak RW, Bu RW, dan ibu-ibu Girli untuk diberi ucapan terima kasih. Beliau-beliau lah yang paling banyak membantu saya dan isteri.

Terima kasih untuk apa?

Minggu lalu, karena alasan utama yang sudah saya ceritakan sebelumnya, jadilah kami pindahan rumah. Baru beberapa bulan menikah ternyata barang-barang kami sudah berkali lipat lebih banyak. Pick-up Pak Toha dan Avanza Pak RW harus bolak-balik mengangkut barang-barang kami. Sampai-sampai kami bingung mau ditaruh di mana, melangkah pun susah. Memang rumah yang sekarang lebih kecil daripada yang sebelumnya.

Kami baru menemukan rumah ini sabtu sore dan minggu paginya langsung pindahan karena hari Senin sudah berganti bulan. Beruntung ada Pak RW, Bu RW, dan ibu-ibu Girli yang banyak membantu kami dari packing sampai merapikannya kembali. Karena dari Senin sampai Jumat saya kerja, semuanya baru selesai dirapikan hari ini, kecuali gorden yang belum dipasang. Kebetulan di kampus sedang UTS jadi isteri saya libur, makanya sebagian sudah dicicil dirapikan juga.

Meniru ucapan artis kondang yang sedang berdiri di atas podium untuk menerima award, pertama-tama saya ucapkan terima kasih untuk Allah SWT yang telah melimpahi kami dengan rizkinya. Selanjutnya tentu saja terima kasih untuk Pak RW yang telah meluangkan waktu dan menyisihkan tenaga untuk membantu mengangkut barang-barang kami. Selanjutnya terima kasih untuk Bu RW yang sampai menaruh akuarium saya di atas pangkuannya. Dan, tentu saja untuk ibu-ibu Girli yang juga sudah banyak membantu kami, terutama Bu Titik dan Bu Yuyun.

Pak RW dan Bu RW adalah pasangan paling romantis yang kami kenal. Keduanya dipertemukan saat Bu RW kena tilang bersama adik Pak RW. Sampai sekarang Bu RW masih seperti yang baru jatuh cinta. Kalau ada Pak RW, Bu RW suka menolak berbicara di depan umum. “Malu ah ada Bapak.” katanya sambil tersipu-sipu. Pak RW sangat beruntuk bisa memiliki Bu RW, pun sebaliknya. Pak RW merintis karir sedari awal, sampai sekarang sudah menjadi kepala sekolah di Jakarta. Makanya beliau-beliau juga sering memberi nasihat, terutama soal hidup sebagai PNS.

Ah, selalu ada indah di setiap pindah. Tabik.

0 komentar