Menyemarakkan Pojok Transformasi

Muhamad Rahmat // Rabu, 10 Mei 2017


Kata "pojok" di nama Pojok Transformasi DJA tidak semata-mata karena letaknya ada di pojok lobi Gedung Sutikno Slamet. Penamaannya disesuaikan dengan tujuan dibuatnya Pojok Transformasi, yaitu sebagai wahana untuk nongkrong asyik dan berdiskusi santai tentang ide-ide segar seputar transformasi kelembagaan. Karena kata “pojok” memang memiliki kesan yang lebih asyik dan santai dibanding “pusat”.

Petani yang sedang mencangkul atau membajak sawah tidak akan beristirahat di pusat atau di tengah sawah. Petani, bila sudah merasa letih, sejenak akan beristirahat, merokok dan minum kopi sembari bercengkerama, di saung yang biasanya ada di pojok petak sawah. Filosofi saung sawah itulah yang ingin diadopsi Pojok Transformasi.

Karena itu, sejatinya, Pojok Transformasi memiliki fungsi yang persis sama dengan saung sawah. Di sana, di Pojok Transformasi, sejenak kita bisa menepi dari rutinitas kerja. Di Pojok Transformasi, kita bisa menyeruput secangkir kopi sambil bercengkerama dan bertukar pikiran tentang ide-ide dan inovasi untuk transformasi DJA, untuk transformasi Kementerian Keuangan. Tentu saja, hal ini sejalan dengan semangat efisiensi birokrasi yang sedang dikobarkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati.

Amanah Sang Menteri



Hari itu, Jumat 24 Februari 2017, persis sebelum solat jumat, tanpa dijadwalkan sebelumnya, Menteri Keuangan menyempatkan diri untuk hadir di workshop Duta Transformasi Kementerian Keuangan 2017. Pada kesempatan itu, Menteri Keuangan berpesan bahwa sebagai duta yang mewakili Kementerian Keuangan, para duta harus dapat menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi di segala aspek.

“Anda mewakili suatu lembaga yang terus menerus melakukan transformasi karena berbagai hal. Pertama sebagai bendahara umum negara kita mengelola keuangan negara, uangnya sendiri dan negaranya sendiri, dua-duanya bergerak, berubah. Negara ini berubah karena manusia nya berubah, muncul generasi baru, aspirasinya makin tinggi. Maka kita juga harus berubah," pesannya.

Untuk melaksanakah amanah tersebut, sekaligus menjaring aspirasi warga DJA, Duta Transformasi, khususnya yang dari DJA, berupaya memakmurkan kembali Pojok Transformasi melalui beragam kerumunan positif. Dengan begitu, cita-cita untuk menjadikan Pojok Transformasi sebagai arena aktivitas dan kreativitas untuk menampung dan mengimplementasikan ide-ide cemerlang seputar transformasi kelembagaan bisa diwujudkan. Karena sejatinya, program transformasi kelembagaan Kementerian Keuangan bukan cuma inisiatif PMO dan CTO, melainkan inisiatif kita bersama, warga Kementerian Keuangan, dalam menyongsong Kementerian Keuangan dan Indonesia yang lebih baik.

Saatnya Bersinergi dan Berkolaborasi



Yang paling anyar, Di Pojok Transformasi, Duta Transformasi bersinergi dan berkolaborasi dengan teman-teman di DJA melalui program DJA Menyapa. DJA Menyapa merupakan program yang diinisiasi oleh Direktorat Penyusunan APBN guna memberikan kesadaran kepada pelajar setingkat SLTA tentang pentingnya memahami anggaran negeri. DJA Menyapa menjadi salah satu program yang diusung Kementerian Keuangan dalam rangka menggaungkan kampanye #SadarAPBN.

Dalam program tersebut, Duta Transformasi berupaya untuk menyerap aspirasi dari segenap warga DJA. Salah satunya dengan mengundang keterlibatan warga DJA, serta Kementerian Keuangan pada umunya, dalam penghimpunan donasi buku laik baca. Untuk menghangatkan suasana, setiap yang ikut mendonasikan buku dapat mengambil secangkir kopi di Pojok Transformasi. Buku-buku yang terhimpun akan disalurkan ke sekolah yang disasar dalam kegiatan DJA Meyapa pada Senin hingga Rabu minggu ini di Waingapu, Sumbawa Timur, Nusa Tenggara Timur.

Merupakan suatu kehormatan, hari Rabu minggu lalu, 3 Mei 2017, Menteri Keuangan berkenan untuk bertamu ke Pojok Transformasi dan memberikan dukungannya, baik untuk program transformasi kelembagaan maupun program DJA Menyapa. Kami pun kembali teringat pesan Menteri Keuangan pada workshop Duta Transformasi lalu, “Jangan pernah lelah mencintai republik.”

Kami percaya, apa yang sedang kita semarakkan bersama di Pojok Transformasi adalah wujud nyata dari kecintaan kita terhadap republik ini. Melalui Pojok Transformasi, kami punya mimpi untuk menghilangkan sekat antara pejabat dan pegawai di Kementerian Keuangan. Semua elemen di Kementerian Keuangan, mulai dari menteri hingga pelaksana, boleh hadir dan beraktivitas di Pojok Transformasi.

Foto kami bersama Menteri Keuangan di atas pun dabadikan oleh seorang Dirjen Bea dan Cukai. Bagi sebagian orang, hal itu mungkin hanya remah-remah rengginang, tapi bagi kami itu teramat berarti, bahwa tidak ada lagi gengsi bagi seorang panglima untuk bergaul dengar prajuritnya.

0 komentar