zORB44u1Y5Szogk9hvRg5anbZDydcDDjseaSpgOw

Pengadilan Lini Masa

 


Beberapa hari lalu, saya cerita ke seorang teman bahwa pada masanya saya pernah dapat endorse yang lumayan dari media sosial. Namun, saya memutuskan untuk berhenti mencari udang dari media sosial karena sering kali waktunya berbenturan dengan jam kerja saya sebagai budak korporat negara.

Hari ini saya melihat kabar yang cukup menyedihkan sebetulnya. Seseorang yang sedang sakit, telat mendapat penanganan, curhat di medsos, dan malah di-bully oleh tenaga kesehatan. Orang-orang yang seharusnya lebih berempati terhadap kondisi orang yang curhat ini.

Medsos sekarang sudah ga asyik. Orang yang lagi sekarat saja masih di-bully. Dan, kabar dari kerabatnya, almarhum masih sempat membaca komen-komen itu di saat-saat terakhir hembusan napasnya.

Di masa medsos masih asyik, saya beruntung karena bertemu dengan banyak orang baru yang saling support. Bahkan saya bergabung di komunitas yang isinya beraga. Latar belakang beragam: ada yang masih sekolah dan kuliah, ada pula yang sudah kerja seperti saya. Minatnya pun beragam, gambar, musik, IT, menulis, dan masih banyak lagi. Dan, masing-masing saling support

Bahkan kalau saya ke Gramedia dan mendapati buku-buku yang ditulis oleh orang-orang yang saya tahu perjuangan mereka untuk sampai ke tahap itu, saya ikut merasa senang. Medsos kala itu masih asyik. Kita tidak cari musuh. Tapi cari teman. Bahkan beberapa kali kita kopi darat. Termasuk dengan teman-teman yang datang dari luas pulau. Dan, bahkannya lagi ada yang dapat jodoh dari situ.

Kalau malam, kami sama-sama mendengarkan siaran radio online yang kami bangun sendiri. Penyiarnya juga di jadwal dan dikasih kesempatan siapa yang mau mencoba siara. Meski yang mendengar kami-kami sendiri. Tapi itu tersebar di seluruh pulang. 

Beda dengan sekarang. Kalau pun ada yang mengajak kopdar cuma buat adu jotos karena habis twitwar. Makanya sudah lama saya menutup akun Instagram, Facebook, Twitter, Threads. Memang kadang merasa kehilangan beberapa teman yang dulu berinteraksi. Tapin kan lebih banyak lagi negatifnya. Meski di erqa banjir informasi, sudah tutup akun medsos juga tetap tidak menjadi kita tidak kena lumpurnya.

Terbaru Lebih lama
Abah
Generasi Micinial

Artikel Terkait

Posting Komentar